Cahyo dan Pepenk membuat edia pembelajaran dari kardus bekas sebagai pengenalan kerajinan tangan untuk anak-anak SDN 1 Keteleng
KETELENG-
KKN kelompok 26 Universitas Trunojoyo Madura memasuki hari ke empat, kamis
(30/07) dua puluh mahasiswa yang rata-rata memasuki semester tujuh ini menyatukan
pemikiran untuk bakti masyarakat yang dilakukan di desa keteleng kecamatan
trageh kabupaten bangkalan berbagai program kerja yang disuguhkan kelompok ini
diantaranya untuk mengasah kecerdasan anak-anak keteleng dengan cara memberikan
pengetahuan lebih mengenai memanfaatkan barang bekas untuk diolah menjadi
barang yang dapat digunakan kembali.
Abd.rohman
salah satu peserta KKN kelompok 26 universitas Trunojoyo Madura mengatakan,
memanfaatkan barang bekas untuk diolah menjadi barang yang dapat digunakan
kembali memang sangat diperlukan mengingat banyaknya sampah yang bertambah
setiap harinya adapun sampah yang dapat ditemui di desa keteleng salah satunya
adalah sampah kertas berupa kardus “disini banyak kertas bekas bungkus dan
kardus-kardus yang gampang kita temukan di rumah-rumah warga dan pinggirjalan,
di belakang rumah juga ada..” ujar rohman
Senada
dengan rohman, erik salah satu anggota kelompok 26 mengatakan, kardus yang
dengan mudah ditemukan di sekitar rumah warga dapat dimanfatkan untuk media
pembelajaran anak-anak SDN 1 Keteleng, banyak hal yang dapat di buat dari media
kardus itu seperti miniatur mobil-mobilan, sepeda, tempat pensil dan berbagai
macam kerajinan lain yang dapat dibuat
oleh anak-anak SD
Herlinda, friska dan iis membuat media pembelajaran untuk anak-anak SDN 1Keteleng
Alasan
tersebut yang melatar belakangi kelompok 26 untuk mencoba mengolah
kardus-kardus bekas sehingga selanjutnya dapat di diskusikan bersama anak-anak
SDN 1 Keteleng sehingga anak-anak SDN 1 Keteleng dapat mengembangkan
kreatifitas mereka dan mengurangi sampah kertas, “kita coba untuk bikin
miniatur dari kardus bekas di base camp dulu selanjutnya dapat buat contoh
untuk anak-anak SD 1 Keteleng..” tambah imam anshori selaku peserta yang
memiliki ide kreatif tersebut.
Miniatur
yang telah dibuat itu rencananya akan di berikan kepada anak-anak SDN keteleng
pada proses pembelajaran pada sabtu depan, “bukan besok yang mau dibawa ke SD
tapi sabtu pas waktu pelajaran kreatifitas..” ungkap min Alfin. Senada dengan
Alfin, Hambali selaku kordinator desa kelompok 26 mengatakan hari sabtu akan
menjadi hari dimana anak-anak SDN 1 Keteleng dapat menuangkan kreatifitasnya
dengan menggunakan kardus-kardus bekas yang ada disekitar mereka sehingga
kardus-kardus bekas di desa keteleng dapat di proses oleh anak-anak SD itu
“besok
sabtu kita membuat kerajinan tangan dari kardus bekas ini, anak-anak akan
mengasah kreatifitas mereka dengan mengolah sendiri kardus-kardus tersebut kita
yang akan memfasilitasi dan mengarahkan..” tambah Hambali. Selanjutnya harapan
dari peserta KKN kelompo 26 Universitas Trunojoyo Madura, anak-anak SDN 1
Keteleng dapat meneruskan dan meningkatkan kreatifitas mereka sehingga
lingkungan yang ada di desa keteleng daat berkurag. (Rohman)
0 Comments